Akhlaq dan Pengertiannya yang Harus di Pahami dan di Ketahui

0
34
Akhlaq

Akhlaq menurut bahasa ialah berasal dari kata al-akhlaaqu yang merupakan bentuk jamak dari kata al-khuluqu yang berarti tabiat, kelakuan, perangai, adat kebiasaan atau khalqun yang berarti kejadian, buatan, ciptaan. Jadi secara etimologi akhlaq itu artinya perangai, tabiat atau sistem perilaku yang dibuat.
Sedangkan menurut istilah  ialah sebuah perilaku yang berdasarkan kepada dan memanifestasikan nilai-nilai Iman, islam dan ihsan.

Akhlaq merupakan salah satu faktor kehidupan yang sangat mendasar . Hal ini dibuktikan dengan diutusnya Nabi Muhammad saw ke muka bumi ini yang tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak umat manusia, sebagimana dalam salah satu hadits Rasulullah saw yang artinya:
Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. (HR. Bukhari, Baihaqi, dan Hakim)
Selain itu, Rasulullah saw juga bersabda:
“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Berdasarkan hadits di atas, dapat dilihat bahwa sesungguhnya akhlaq yang mulia bukan hanya diperuntukkan untuk umat muslim saja, namun untuk seluruh manusia juga.

“dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. QS. Al Anbiyaa: 107

akhlaq merupakan maklumat utama bagi ajaran Islam sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah saw tentang tujuan pengutusan beliau ke muka bumi:
Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. (HR. Bukhari, Baihaqi, dan Hakim)

Berdasarkan pengertiannya, maka akhlak bukanlah sesuatu yang ada dan melekat pada diri seseorang dengan sendirinya, melainkan harus ditanam dan dilekatkan melalui suatu usaha atau proses (pembiasaan) dalam diri.

Kualitas akhlak merupakan sebuah cerminan dari kualitas ibadah seseorang. Setiap manusia pastilah memiliki akhlak.

Akhlak seseorang menjadi salah satu perintah vital di dalam Al Quran yang dilaksanakan dengan meneladani Rasulullah saw.Dengan kata lain, akhlak merupakan satuan tolak ukur yang digunakan untuk mengukur ketinggian akal dan nurani seseorang.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw :

 “Aku menjamin sebuah rumah di surga yang paling tinggi bagi orang-orang yang berakhlak baik”. (HR. Abu Dawud)

Semoga Informasi ini dapat bermanfaat bagi si penulis dan khususnya untuk para pembacanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here