Haji Tamattu Beserta Tata Pelaksanaan Ibadahnya

0
58
Haji Tamattu

Haji Tamattu adalah kegiatan beribadah yang mendahulukan umroh daripada ibadah haji. Yaitu memakai ihram dari miqat dengan niat umrah pada musim haji, setelah tahallul, memakai ihram lagi dengan niat haji pada hari Tarawiah (8 Zulhijah). untuk yang melaksanakan ibadah haji Tamattu diwajibkan untuk membayar dam.

Sebagaiman di dalam Al-Quran Allah SWT telah menegaskan bahwa Haji Tamattu’ itu mewajibkan pelakunya untuk membayar denda. Istilah yang sering digunakan adalah membayar dam. Kata dam (الدم) artinya darah, dalam hal ini maksudnya membayar denda dengan cara menyembelih seekor kambing.

Bila tidak mau atau tidak mampu, boleh diganti dengan berpuasa 10 hari, dengan rincian 3 hari dikerjakan selama berhaji dan 7 hari setelah pulang ke tanah air.

فَإِذَا أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ذَلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاتَّقُواْ اللّهَ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Apabila kamu telah aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji, korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan, maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh yang sempurna. Demikian itu bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada Masjidil Haram. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. (QS. Al-Baqarah : 196)

PELAKSANAAN IBADAH HAJI TAMATTU

Ibadah Haji dimulai dengan memakai pakaian dan niat Ihram pada tanggal 8 Zulhijah. Persiapan Ihram dilakukan di tempat penginapan Mekah, sedangkan shalat sunat dan niat Ihramnya bisa dilakukan di rumah atau Masjidil Haram. Niatnya : Labbaika Allahumma’ Hajjan.

TEMPAT SERTA TANGGAL KEGIATAN HAJI TAMATTU

Mekah 8 Zulhijah (pagi) Berangkat ke Mina atau langsung ke Arafah.

Mina 8 Zulhijah (siang – malam) Mabit atau menginap di Mina sebelum berangkat ke Arafah, sebagaimana yang dilakukan Rasullulah SAW

Mina – Arafah 9 Zulhijah (Pagi) Berangkat ke Arafah setelah matahari terbit atau setelah shalat Subuh.

Arafah 9 Zulhijah (Siang – sore) Berdo’a, zikir, tasbih sambil menunggu waktuwukuf (pada tengah hari) Shalat Zuhur dan Ashar di jamak qasar (zuhur 2 rakaat, Ashar 2 rakaat) dilaksanakan pada waktu zuhur, Setelah shalat laksanakan wukuf dengan berdo’a, zikir, talbiyah, istiqfar terus menerus setengah hari sampai waktu Maqrib.

Arafah-Muzdalifah 9 Zulhijah (sore-malam) Setelah matahari terbenam segera berangkat ke Muzdalifah. Shalat Maqrib dilaksanakan di Muzdalifah di jamak dengan shalat Isya seperti yang dilakukan Rasulullah.

Muzdalifah 9 Zulhijah (malam) Shalat Maqrib dan Isya dijamak ta’khir. Mabit (berhenti sejenak) di Muzdalifah, paling kurang sampai lewat tengah malam. sambil mengumpulkan krikil untuk melontar Jumrah Aqabah.

Mengumpulkan 7 butir batu krikil untuk melontar “Jumrah Aqabah” besok pagi Setelah shalat subuh tanggal 10 Zulhijah berangkat ke Mina

Mina 10 Zulhijah Melontar Jumrah Aqabah 7 kali Tahallul awal, Lanjutkan ke Mekah untuk melakukan tawaf ifadah, Sa’i dan disunatkan tahallul Qubra, Harus sudah berada kembali di Mina sebelum Magrib Mabit di Mina, paling tidak sampai lewat tengah malam.

Mina 11 Zulhijah Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing – masing 7 kali, Mabit di Mina, paling tidak sejak sebelum Maqrib sampai lewat tengah malam.

Mina 12 Zulhijah Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah waktu subuh masing – masing 7 kali, Bagi yang Nafar awal, kembali ke Mekah sebelum maqrib ,lanjutkan dengan tawaf ifadah dan Sa’i serta Tahallul Qubra bagi yang belum.

Bagi yang Nafar Tsani, mabit di Mina, Mina 13 Zulhijah (pagi) Bagi yang Nafar Tsani, Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing-masing 7 kali Kembali ke Mekah.

Mekah 13 Zulhijah (siang – malam) Tawaf ifadah, Sa’i dan Tahallul Qubra bagi yang belum. Bagi yang sudah melakukan Sa’I sesudah tawaf Qudum (ketika baru tiba di Mekah) tidak perlu Sa’i langsung saja melakukan Tahallul.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk si penulis dan khususnya untuk para pembacanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here