Hari Pendidikan Nasional 2018 dan Hikmah Kehidupan.

0
218
hari pendidikan nasional 2018 Persada Indonesia

Hari Pendidikan Nasional 2018 jatuh pada hari rabu, saat coretan ini ditulis, dari seorang yang kami banggakan, H. Samsul Arifin, MA. Presiden Direktur Persada Indonesia, Travel Umroh yang paling Hits di Indonesia.

HIKMAH KEHIDUPAN di Hari Pendidikan Nasional 2018

H. Samsul Arifin MA, Presiden Direktur Persada Indonesia Menyambut Ramadhan
H. Samsul Arifin MA, Presiden Direktur Persada Indonesia

Hari ini, banyak orangtua maupun guru yang gelisah bagaimana menjadikan anaknya lebih percaya diri menjalani hidupnya.
Islam seakan-akan sudah tidak cukup lagi.

Padahal, kita sendirilah yang menjadi penyebabnya.

Maka, bukan salah bunda mengandung kalau anak-anak itu akhirnya memiliki rasa percaya diri yang tanggung.
Padahal mereka dilahirkan untuk zaman yang bukan zaman kita; zaman yang membutuhkan kekuatan jiwa yang lebih besar dan kuat. Zaman yang membutuhkan orang-orang dengan percaya diri tinggi, cerdas akalnya, hidup jiwanya dan jernih hatinya.

Mereka inilah yang siap untuk menyambut perintah;

“Qum Fa Andzir”
(Bangunlah, Lalu Berilah Peringatan)

Inilah perintah di awal kenabian Rasulullah tercinta, Muhammad SAW.
Lalu, apakah yang dapat kita lakukan untuk membangkitkan rasa percaya diri anak.?

Sahabat2ku…
Mari sejenak kita renungkan seruaan Rasulullah SAW, saat haji Wada’.
Beliau SAW, yang lisannya tidak pernah berdusta itu, mengingatkan;

Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, kehormatan kalian, sama sucinya dengan hari ini, negeri ini, pada bulan ini. Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersudara. Tidak boleh ditumpahkan darahnya. Tuhan kalian satu. Bapak kalian semuanya Adam, dan Adam dari tanah. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling takwa. Tidak ada kelebihan orang Arab di atas orang asing kecuali karena takwanya. Apakah aku sudah menyampaikan kepada kalian?

Inilah ajaran yang membuat sahabat-sahabat dengan pakaian kumal tidak malu mendatangi istana para kaisar.
Inilah keyakinan yang membuat para salafush-shalih tidak silau melihat jubah-jubah kebesaran para sultan.
Inilah nasehat yang membuat setiap manusia merasa sederajat, tetapi disaat yang sama, mereka senantiasa merendah.

Sebab, tak ada yang tahu siapa diantara mereka yang paling bertakwa.
Karena, ukuran takwa bukan terletak pada panjangnya jenggot, melainkan pada iman dan amal shalih yang berpijak diatas aqidah yang lurus.

Sungguh, jika nasehat Nabi ini di ajarkan kepada anak-anak semenjak usia pra sekolah, bukan untuk menjadi hafalan semata, tetapi untuk menjadi kekuatan dalam jiwanya, maka tidak mustahil mereka inilah yang insya Allah lebih bagus dari generasi orangtuanya semacam saya.

Pada saatnya, biarlah kita menjadi catatan sejarah saja bahwa kita pernah ada.
Dan kelak pada saatnya, mereka tidak tunduk dan tidak lemah hanya karena mendengar nama Amerika.

Anak-anak kitakah yang akan seperti itu?

Qum fa andzir – Bangunlah, lalu berilah peringatan.

Saudara2ku…
Selamat Bermunajah, Semoga Kita Selalu Ingat Wasiat Baginda Nabi Saw, Pada Saat Haji Wada’…

BY•SA
Persembahan dari Persada Indonesia GO-ONLINE untuk Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here