Hijrah di Jalan Allah SWT Dengan Senantiasa Istiqomah

0
173
Hijrah

Hijrah berasal dari bahasa Arab yang artinya berpindah atau meninggalkan tempat. Sedangkan Menurut sejarahnya sendiri, sudah dilakukan terlebih dahulu oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabatnya yaitu dari Mekkah ke Madinah untuk mempertahankan dan menegakkan akidah dan syari’at Islam.

Pindah atau hijrah bisa menjadi sebuah solusi permasalahan kehidupan, terutama rezeki, yang selalu menghimpit kehidupan banyak manusia. Sebagaimana Allah swt berfirman di dalam Al-Quran:

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (an-Nisa’: 100)

Selain itu, tak hanya berartikan pindah tempat saja, inti dari kata hijrah sendiri tentunya menuju sebuah kebaikan. Sehingga makna hijrah pun terbagi beberapa jenis. Diantaranya adalah hijrah I’tiqadiyah (keyakinan), fikriyah (pemikiran), syu’uriyyah (tampilan), sulukkiyah (tingkah laku).

Seseorang yang senantiasa istiqomah dalam hijrah, kelak akan dihibur para malaikat agar tidak merasa takut dan sedih. Namun pada kenyataannya kondisi keimanan seseorang terkadang naik-turun. Lalu bagaimana caranya agar tetap istiqomah Berikut ada beberapa caranya :

1. Luruskan niat dan perbanyak interaksi dengan Al-Qur’an

Ketika keimanan sedang futur, ingatlah kembali niat awal untuk berhijrah. Luruskan kembali niat hanya untuk Allah SWT. Kemudian perbanyak interaksi dengan Al-Qur’an. Allah SWT berfirman: “Katakanlah: Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (QS.An-Nahl: 102).

2. Membaca kisah para sahabat

Salah satu cara untuk memotivasi diri yang sedang dalam futur adalah membaca kisah-kisah muslimah terdahulu. Dengan begitu semangat akan pulih dan banyak hal yang dapat diteladani untuk kehidupan sehari-hari. Contohnya meneladani kemuliaan Maryam binti Imran, bagaimana Aisyah r.a mengatasi masalahnya, ketaatan Siti Hajar dan lain-lain. Tantangan dan keimanan mereka dapat menjadi motivasi diri untuk tetap istiqomah dalam kebaikan.

3. Berkumpul dengan yang satu visi

Manusia adalah makhluk sosial, dimanapun berada pasti membutuhkan orang lain. Begitupun saat berhijrah, untuk senantiasa istiqomah manusia membutuhkan semangat dari orang lain. Untuk mengatasi kejenuhan atau keraguan carilah orang-orang yang memiliki satu visi. Berada dalam lingkungan yang memiliki tujuan yang sama akan memberikan inspirasi dan motivasi pada diri. Dengan mendengar kata-kata mereka, melihat tindakan mereka bahkan hanya dengan bertemu mereka akan mengingatkan kembali tujuan awal kita untuk berhijrah. Ibarat sapu lidi tidak akan bisa membersihkan halaman hanya sendiri, dengan berkumpul dengan lidi lainnya maka akan memiliki kekuatan untuk membersihkan halaman dalam waktu yang singkat.

4. Perbanyak do’a kepada Allah SWT.

Hati manusia dinamis. Perubahannya bisa dalam hitungan jam, menit bahkan detik sekalipun. Namun istiqomah dalam kebaikan harus tetap dijaga. Sebagai manusia biasa tentunya kesulitan untuk mejaga kondisi hati. Karena itu mintalah pertolongan pada sang pemilik hati. Berdo’a agar senantiasa diistiqomahkan. “Yaa muqollibal quluub tsabbit qoblii ‘alaa diinik : wahai Sang pembolak balik hati, teguhkan hati ini pada agamaMu”. Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman: “Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” (QS.Ali Imran: 147). Wallahu a’lam bish shawab.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk si penulis dan khususnya untuk para pembacanya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here