Husnudzan Serta Macam-Macam dan Manfaatnya

0
25
Husnudzan

Husnudzan secara bahasa memiliki arti prasangka baik, yang berasal dari kata ‘husnu’ yang artinya baik, dan ‘zan’ artinya prasangka. Lawan katanya adalah ‘suudzan’ yang berarti berburuk sangka. Berprasangka baik merupakan sikap mental dan cara pandang seseorang yang membuatnya melihat sesuatu secara positif. Seseorang yang memiliki sikap Husnudzan akan mempertimbangkan sesuatu dengan pikiran jernih.

Dalam Islam sikap Husnudzan terbagi menjadi tiga macam, yaitu Husnudzan kepada Allah SWT,  kepada diri sendiri, dan kepada orang lain. Husnudzan pada ketiganya akan mengantarkan hidup kita menuju kehidupan yang indah, bermakna, dan bercahaya

MANFAAT DAN HIKMAH SIKAP HUSNUDZAN

  1. Manfaat Perilaku

  • Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi sumber kebahagiaan karena didasari ketulusan.
  • Terhindar dari penyesalan dalam hubungan antar sesama.
  • Selalu merasa senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain.
  • Timbulnya ketenangan dan ketentraman dalam hidup.

  2. Hikmah Berperilaku

  • Menumbuhkan rasa cinta kepada Allah SWT.
  • Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat-Nya.
  • menumbuhkan sikap sabar dan tawakal.
  • Menumbuhkan keinginan untuk mendapat anugerah dan rahmat Allah SWT dengan cara ikhtiar dan berusaha.

Kata Husnudzan berlawanan dengan kata Suudzan yang berarti buruk sangka atau berprasangka buruk. Maksud yang terkandung dalam sikap Suudzan pun berkebalikan dari sikap  berprasangka baik. Suudzan merupakan sebuah sikap mental atau cara pandang yang memandang sesuatu dari sisi negatif, jelek, dan pandangan tidak indah lainnya. Dengan keadaan seperti ini, sikap Suudzan mengantarkan pemiliknya pada sikap waswas, penuh curiga, dan tidak jarang memvonis meskipun belum jelas kebenaran atau salahnya.
Sebagaimana Firman Allah swt dalam Al-Quran yang artinya :

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang mengunjing sebagian yang lain. Apakah ada sebagian kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan  bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat Lagi Maha Penyayang.”

(Q.S. Al-Hujuraat/49:12)

 

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk si penulis dan khususnya untuk para pembacanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here