Jabal Nur Tempat Pertama Nabi Menerima Wahyu

0
139
Jabal Nur

Jabal Nur (Bukit Bercahaya) Kata ‘Nur’ pada Jabal Nur memiliki arti cahaya. Bukan cahaya dalam arti kata sesungguhnya, cahaya yang dimaksud punya arti sebagai tempat pertama kali Nabi Muhammad menerima wahyu dari Allah. Dan titik awal cahaya Islam yang terus menerus benderang hingga kini. Bukit ini terletak sekitar 7 km sebelah barat masjidil Haram. Tingginya kurang lebih 642 meter.

1. Beribadah Bertahun-tahun

Sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi nabi dan rasul telah melakukan uzlah di dalamnya selama 3-5 tahun, beliau beribadah, dan bertahajud. Bahkan di bulan Ramadhan satu bulan penuh beribadah, beliau bertafakkur dan mengasah jiwanya di sana.

2. Berdiam Diri di Gua Hira

Di jabal ini teradapat gua yang dinamai Gua Hira. Gua ini tidak bisa dimasuki sinar matahari dari terbit sampai tenggelam. Sehingga orang yang berada di dalamnya tidak akan merasakan sengatan matahari. Nabi Muhammad SAW dari sejak lama suka datang ke Gua Hira untuk menyendiri dan menenangkan pikiran di sana.

3. Menerima Wahyu Pertama

Ketika Nabi Muhammad SAW sedang menyendiri Malaikat Jibril pada 17 Rajab turun membawa wahyu yang pertama tersebut kepada Nabi Muhammad SAW yang berada di dalamnya. ‘Iqra’ yang artinya baca, begitu perintah pertama Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Dari sana kemudian Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi nabi, yang tentu proses kenabian dan menyebarkan Islam pada masa itu tidaklah mudah di kalangan Suku Quraisy.

Diriwayatkan dari Khodijah RA, “Sesunggunya Nabi telah menyendiri di Gua hira. Beliau melihat mimpi yang benar sampai kemudian Jibril turun membawa wahyu, lalu Nabi pulang ke rumahnya dengan gemetar. Lalu beliau menceritakan kepada istrinya kejadian yang telah menimpanya, dan Khodijah memberitahukan hal itu kepada Waroqoh bin Naufal. Waroqoh memberi kabar gembira tentang kenabiannya seraya berkata, “Sesungguhnya dia adalah Nabi umat ini.”

Istrinya Khadijah selalu datang dengan membawa makanan dan minuman ke sana. Dia lewat jalan yang terjal menuju gua dengan sangat berat dan susah yang memerlukan waktu kurang lebih satu jam. Itu semua dilakukan demi mendapat ridha Allah dan Nabinya.

Dalam kitab Taurat, jabal ini disebut dengan jabal Faron, atau juga dikenal orang-orang dengan sebutan Jabal Nur. Jabal ini terpisah dari gunung-gunung yang ada di Makkah. Di gunung ini terdapat gua Hira yang menambah kehebatan dan keagungan bukit tersebut.

Semoga informasi jabal nur dapat bermanfaat untuk si penulis dan khususnya untuk para pembacanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here