Jumroh yang Menjadi Rangkaian Ibadah Wajib Haji

0
49
Jumroh

Jumroh ialah suatu rangkaian ibadah wajib haji yang harus dilakukan oleh jamaah haji yaitu dengan cara melempari sebuah tiang besar dengan menggunakan batu kecil. Karena ukurannya yang besar, jumroh ini ada juga yang menyebutnya sebagai tembok atau tugu. Melempar jumrah ini merupakan simbolisasi umat Islam dalam melawan setan.

Tugu jumroh ialah merupakan tempat dimana pelaksanaan kegiatan melontarkan batu ke tugu  sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Dimasing-masing tempat itu berdiri tugu yang digunakan untuk pelaksanaan

Dalam ilmu fiqih Melontar Jumroh pada hari-hari tasyrik merupakan wajib haji, artinya bila tidak dikerjakan maka hajinya tetap sah namun dia harus membayar denda ”Dam” .

Di Mina ada tempat melempar jumroh, yaitu Jumroh Aqabah, Wustha dan Ula. Tentu ketiga jamarat itu memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi umat islam yang berkaitan erat dengan sejarah nabi Ibrahim dan puteranya Ismail as.

Selain 3 jumroh kita temukan sebuah masjid bersejarah yang disebut masjid al-Kheif. Konon letaknya dikaki gunung tidak berjauhan dari jumrah Ula. Di sana Nabi saw pernah sholat demikian pula para Nabi sebelum beliau.

Rasulullah saw ketika haji wada’ bermalam dan sholat di Mina pada malam hari-hari Tasyriq yaitu hari 10, 11,12, 13 Dzul Hijjah, dimana didalamnya terdapat pula Hari Raya Idul Adha.

قَوْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : نَحَرْتُ هَاهُنَا , وَمِنًى كُلّهَا مَنْحَر , فَانْحَرُوا فِي رِحَالِكُمْ (رواه مسلم)

Nabi saw bersabda: “Aku menyembelih korban di sini, dan seluruh Mina ialah tempat menyembelih, maka sembelihlah korban dalam perjalanan kalian”. (Shahih Muslim)

وَاذْكُرُواْ اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ فَمَن تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلاَ إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَن تَأَخَّرَ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ

 Artinya: ”Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari (Maksudnya Nafar Awal), maka tiada dosa baginya. Dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu) (Maksudnya Nafar Tsani), maka tiada dosa baginya” (Qs al-Baqarah ayat:203)

Semoga Informasi ini dapat bermanfaat untuk si penulis dan khususnya untuk para pembacanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here