Mengungkap Keajaiban Surah Ar-Ra’d Ayat 22

0
579

Keajaiban Surah Ar-Ra’d Ayat 22, surah Ar-Ra’d (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra’d, “Guruh”) adalah surah ke-13 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini dinamakan Ar-Ra’d yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya …dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah SWT, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia. Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat. Bagi Allah SWT tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman. Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Surah Ar-Ra’d (Arab:الرعد; Ar-Ra`d) adalah salah satu malaikat yang di berikan tugas untuk mengatur awan dan hujan, ia mengaturnya dengan menggunakan petir sebagai cambuk.
Dalam kitab Sahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, dalam sebuah hadits yang dikisahkan dari salah seorang sahabat yang bernama ‘Ata’ bin Abi Rabah dari ’Aisyah, Nabi Muhammad dikisahkan selalu khawatir akan datangnya awan tebal atau badai. Nabi mencemaskan apakah datangnya hal tersebut, merupakan rahmat ataukah azab dari Allah. Ketika hujan telah turun maka ia pun merasa tenang.

Surah Ar-Ra’d Ayat 22 :

وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ

Artinya : Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (Ar-Ra’d 13:22)

Tafsir Surah Ar-Ra’d Ayat 22 :
(Dan orang-orang yang sabar) di dalam menjalankan ketaatan dan menghadapi musibah serta teguh di dalam menjauhi kemaksiatan (karena mencari) demi karena (Rabbnya) bukan karena mengharapkan kebendaan (dan mendirikan salat dan menafkahkan) di jalan ketaatan (sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak) menghadapi (kejahatan dengan kebaikan) seperti menghadapi kebodohan dengan sifat penyantun dan menghadapi perlakuan yang menyakitkan dengan bersabar diri (orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan yang baik) yakni mendapat akibat yang terpuji di kampung akhirat, yaitu: (Tafsir Al-Jalalain, Ar-Ra’d 13:22)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here