Keutamaan Malam Lailatul Qadar

1
537
keutamaan malam lailatul qadar, keutamaan malam lailatul qadar dijelaskan dalam surah al qadr ayat, keutamaan malam lailatul qadar kultum, keutamaan malam lailatul qadar nu, ceramah keutamaan malam lailatul qadar, 7 keutamaan malam lailatul qadar, hadits keutamaan malam lailatul qadar, pidato keutamaan malam lailatul qadar, keutamaan malam lailatul qadar adalah, artikel keutamaan malam lailatul qadar, apa saja keutamaan malam lailatul qadar, bagaimanakah keutamaan malam lailatul qadar, keutamaan beribadah pada malam lailatul qadar

Malam lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan, berikut ini beberapa keutaman-keutamaan malam lailatul Qadar yaitu:

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

1. Lailatul qadar adalah malam yang penuh keberkahan (ber­tambahnya kebaikan)
Allah SWT berfirman,

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran)pada suatu malam yang diberkahi. Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS:Ad-Dukhan:3-4)
Malam yang diberkahi dalam ayat di atas adalah malam lailatul qadar, sebagaimana ditafsirkan pada surat Al-Qadr, Allah SWT berfirman,
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan.”
(QS. Al-Qadr: 1)

Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya,

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 3-5)

Sebagaimana kata Abu Hurairah, malaikat akan turun pada ma­lam lailatul qadar dengan jumlah yang tak terhingga. Malaikat akan turun membawa kebaikan dan keberkahan sampai terbitnya waktu fajar.

2. Lailatul qadar lebih baik daripada 1.000 bulan
An-Nakha’i mengatakan, “Amalan ketika lailatul qadar lebih baik daripada amalan selama 1.000 bulan.”

Mujahid, Qatadah, dan ulama lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud dengan “lebih baik daripada seribu bulan” adalah sha­lat dan amalan pada lailatul qadar lebih baik daripada shalat dan puasa pada 1.000 bulan yang bukan merupakan lailatul qadar.

3. Orang yang menghidupkan lailatul qadar dengan shalat akan mendapatkan pengampunan dosa
Dari Abu Hurairah; Nabi SAW bersabda,

“Barang siapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Kapan Lailatul Qadar Terjadi ?

Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan sebagaimana sabda Nabi SAW. “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.”

Terjadinya lailatul qadar pada malam-malam ganjil lebih memung­kinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi SAW.
“Carilah lailatul qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.”

Kapan tanggal pasti lailatul qadar terjadi ? Ibnu Hajar Al-Asqa­lani telah menyebutkan empat puluhan pendapat ulama da­lam masalah ini. Namun pendapat yang paling kuat dari ber­bagai pendapat yang ada adalah lailatul qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun. Para ulama mengatakan bahwa hikmah Allah menyembunyikan pengetahuan tanggal-pasti terjadinya lailatul qadar adalah agar orang bersemangat untuk mencarinya. Hal ini berbeda jika lai­latul qadar sudah ditentukan tanggal pastinya, justru nanti malah orang-orang akan bermalas-malasan dalam beribadah.

Tanda Lailatul Qadar

Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata, “Ada beberapa dalil yang mem­bicarakan tanda-tanda lailatul qadar, namun itu semua barulah tampak setelah malam tersebut berlalu.”
Di antara dalil perkataan beliau di atas adalah hadits dari Ubay bin Ka’ab; ia berkata,

“Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.”(HR.Muslim,no.762)
Dari Ibnu Abbas; Rasulullah SAW bersabda,

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan.” (HR. Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman; lihat jami’ul Ahadits, 18:361; Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih; lihat Shahihul Jami’: no. 5475.)

Jika demikian, seorang muslim tidak perlu mencari-cari tanda lailatul qadar karena kebanyakan tanda yang ada muncul setelah malam itu berlalu. Yang mesti dilakukan adalah memperbanyak ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, niscaya dia akan mendapatkan malam penuh kemuliaan tersebut.

Bagaimana Seorang Muslim Menghidupkan Malam Lailatul Qadar ?

Sudah sepantasnya seorang muslim lebih giat beribadah ketika itu, dengan dasar iman dan sangat mengharapkan pahala melim­pah di sisi Allah. Seharusnya dia dapat mencontoh Nabinya yang giat beribadah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan . Beliau seperti itu demi meraih malam yang mulia, lailatul qadar. ‘Aisyah menceritakan, “Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau pada waktu yang lainnya.” ‘Aisyah mengatakan, “Apabila Nabi memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari jima’127), menghidupkan malam-malam tersebut, dan membangun­kan keluarganya.”

Adapun yang dimaksudkan dengan menghidupkan lailatul qa­dar adalah menghidupkan mayoritas malam dengan ibadah dan tidak mesti seluruh malam. Bahkan Imam Asy-Syafi’i dalam pendapat beliau yang terdahulu mengatakan, “Barang siapa yang mengerjakan shalat isya dan shalat subuh pada malam qadar (lailatul qadar) berarti ia telah dinilai menghidupkan malam ter­sebut.” Menghidupkan lailatul qadar pun bukan hanya dengan shalat, tapi bisa pula dengan dzikir dan tilawah Al-Qur’an. Na­mun amalan shalat lebih utama daripada amalan lainnya pada malam lailatul qadar berdasarkan hadits, “Barang siapa melaksa­nakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengha­rap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni.”

Itulah beberapa keutamaan malam lailatul qadar dan kapan lailatu qadar diturunkan. Alangkah baiknya kita selalu rajin beribadah dalam setiap waktu dan selalu belajar lebih baik lagi dari hari-hari sebelumnya.

Referensi dari,
Buku Ramadhan Bersama Nabi
Penulis, Muhammad Abduh Tuasikal
Halaman 89-64

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here