Lempar Jumrah Sebagai Rangkaian Ibadah Wajib Haji

0
46
Lempar Jumrah

Lempar Jumrah merupakan suatu rangkaian ibadah wajib haji yang harus dilakukan oleh jamaah haji. Lempar jumrah yaitu melempari sebuah tiang besar (jumrah) dengan menggunakan batu kecil. Karena ukurannya yang besar, jumrah ini ada juga yang menyebutnya sebagai tembok atau tugu. Melempar jumrah ini merupakan simbolisasi umat Islam dalam melawan setan.

Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma saat menceritakan kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam :

عن ابن عباس رضي الله عنهما رفعه إلى النبي ‘ قال :” لما أتى إبراهيم خليل الله المناسك عرض له الشيطان عند جمرة العقبة فرماه بسبع حصيات حتى ساخ في الأرض ، ثم عرض له عند الجمرة الثانية فرماه بسبع حصيات حتى ساخ في الأرض ، ثم عرض له عند الجمرة الثالثة فرماه بسبع حصيات حتى ساخ في الأرض ” قال ابن عباس : الشيطان ترجمون ، وملة أبيكم إبراهيم تتبعون

Dari Ibnu Abbas radhiyallallahu’anhuma, beliau menisbatkan pernyataan ini kepada Nabi, “Ketika Ibrahim kekasih Allah melakukan ibadah haji, tiba-tiba Iblis menampakkan diri di hadapan beliau di jumrah’Aqobah. Lalu Ibrahim melempari setan itu dengan tujuh kerikil, hingga iblis itupun masuk ke tanah . Iblis itu menampakkan dirinya kembali di jumrah yang kedua. Lalu Ibrahim melempari setan itu kembali dengan tujuh kerikil, hingga iblis itupun masuk ke tanah. Kemudian Iblis menampakkan dirinya kembali di jumrah ketiga. Lalu Ibrahim pun melempari setan itu dengan tujuh kerikil, hingga iblis itu masuk ke tanah“.

Lempar jumrah dilakukan selama 3 hari berturut-turut, yaitu pada tanggal 10, 11, dan 12 pada bulan Dzulhijjah dalam kalender Islam. Ada juga yang menambahkan satu hari lagi, yaitu paadda tanggal 13 Dzulhijjah.

Sebagaimana Allah ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an :

فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْه

Barang siapa yang ingin segera menyelesaikan lempar jumrahnya dalam dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menyempurnakannya dalam tiga hari, maka tidak ada dosa pula baginya.” (QS. Al-Baqarah: 203)

Selama periode ibadah lempar jumrah, jamaah bermalam (mabit) di Mina. Bermalam di Mina ini sifatnya wajib, sehingga barang siapa yang tidak bermalam di Mina maka dikenai sanksi berupa bayar denda atau Dam.

Lokasi lempar jumrah juga terdapat di Mina. Ada 3 jumrah yang harus dilempari, yaitu Jumrah Ula, Wusta, dan Aqobah. Masing-masing jumrah dilempari sebanyak 7 kali dan urutannya harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.

Melempar jumrah juga sudah menjadi kewajiban yang harus dilakukan oleh seluruh umat Islam selama melaksanakan ibadah haji, karena sebagai bentuk keteladanan atas kemuliaan dan ketakwaan Nabi Ibrahim AS, istrinya Hajar dan anaknya Nabi Ismail AS.

Semoga informasi jumrah ini dapat bermanfaat untuk si penulis dan khususnya untuk para pembacanya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here