Makam Rasulullah SAW Serta Sejarah Penjelasannya

0
526
Makam Rasulullah SAW

Makam Rasulullah SAW terletak di dalam Masjid Nabawi, di Kota Madinah. Rasulullah SAW wafat pada hari senin tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun 11 H atau 8 Juni 632 M dalam usia 63 tahun lebih empat hari. Beliau wafat dalam keadaan berada di kamar Aisyah, dan waktu itu para sahabat bingung terkait akan dimakamkan dimana Rasulullah .Berikut sejarah penjelasan tempat dimakamkannya makam rasulullah SAW :

1. Makam Rasulullah SAW di makamkan di Dalam Rumah

Rasulullah SAW dimakamkan di dalam rumahnya. Kemudian Khalifah Abu Bakar ra dan Khalifah Umar bin Khoththob ra juga dimakamkan disamping makam Rasulullah. Ada tembok yang mengelilingi makam Rasulullah. Ini terjadi sejak zaman Sahabat, Tabi’in (Anak Sahabat), dan Tabi’it Tabi’in (Cucu Sahabat). 3 Generasi terbaik dalam Islam di mana saat itu Islam masih murni. Ajaran Nabi sesuai dengan yang dipahami para sahabat.

Para sahabat berselisih tentang dimana tempat pemakaman Rasulullah sampai Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah bersabda : “Tidaklah seorang Nabi wafat kecuali dikubur di tempat ia wafat”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Sebelum Rasulullah dikubur para sahabat meminta izin kepada Aisyah terlebih dahulu. Maka Abu Thalhah mengangkat kasur dalam kamar Aisyah yang dipakai Rasulullah pada saat wafat lalu menggali tanah yang ada di bawahnya, dan membentuk liang lahat. Adapun kamar Aisyah terletak di sebelah timur Masjid Nabawi di sudut kiri depan masjid.
Atas dasar itulah para sahabat akhirnya menguburkan Rasulullah di kamar Aisyah.

Akhirnya kamar Aisyah menjadi makam untuk Rasulullah. Dan kemudian ketika masjid Nabawi diperluas,  Kuburan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak terletak di dalam Masjid Nabawi, tetapi di rumah Aisyah. Oleh sebagian khalifah Bani Umayah, ketika perluasan Masjid Nabawi dilakukan, rumah Aisyah termasuk dalam area pelebaran, sehingga terlihat berada di depan masjid. Akan tetapi, para ulama menegaskan: itu bukan bagian dari Masjid Nabawi. Karena itu, rumah Aisyah ditemboki sebanyak tiga lapis, untuk menunjukkan bahwa itu bukan bagian masjid.

2. Masuknya Makam Rasulullah SAW Ke dalam Masjid Nabawi

Semakin bertambahnya jumlah kaum muslimin, Masjid Nabawi pun beberapa kali mengalami perluasan. Perluasan Masjid Nabawi akhirnya mencakup kamar Aisyah tempat Rasulullah SAW, dan Khalifah Abu Bakar ra dan Khalifah Umar bin Khoththob ra dimakamkan. Maka sejak saat itu hingga kini, kuburan Rasulullah masuk ke dalam masjid.

Perencanaan renovasi ini bertentangan dengan hadits–hadits Rasulullah SAW bahkan wasiat beliau yang terakhir disampaikan sebelum wafatnya. Aisyah r.a. mengatakan bahwa dalam keadaan sakit yang membawa kepada kematian, Sebagaimana Nabi saw bersabda :

اَللّهُمَّ لاَ تَجْعَلْ قَبْرِيْ وَثَنًا، لَعَنَ اللهُ قَوْمًا اِتَّخَذُوْا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

“Ya Allah, janganlah Engkau menjadikan kuburanku sebagai berhala (yang disembah). Allah melaknat suatu kaum yang menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai tempat untuk ibadah.” [HR. Ahmad (11/246)]

لَعْنَةُ اللهِ عَلَى الْيَهُوْدِ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوْا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

“Allah mengutuk orang-orang Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid.” Aisyah berkata, “Seandainya tidak karena sabda itu, niscaya mereka menampakkan kuburan beliau. Hanya saja aku khawatir (dalam satu riwayat: beliau khawatir atau dikhawatirkan 2/106) kuburan itu dijadikan masjid.” [HR Bukhari]

Semoga informasi Makam Rasulullah SAW ini dapat bermanfaat untuk si penulis dan khususnya untuk para pembacanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here