Miqat Serta Penjelasan dan Macam-macamnya

0
38
Miqat

Miqat secara harfiah berarti batas yaitu sebuah garis demarkasi atau garis batas antara boleh atau tidak,atau perintah mulai atau berhenti, yaitu kapan mulai melapaskan niat dan maksud melintasi batas antara Tanah Biasa dengan Tanah Suci. Sewaktu memasuki Tanah Suci itulah semua jama’ah harus berpakaian Ihram dan mengetuk pintu perbatasan yang dijaga oleh penghuni – penghuni surga. seseorang yang ingin mengerjakan haji perlu mengenakan kain ihram dan memasang niat, batas ini digunakan dalam melaksanakan ibadah haji dan umroh.

Miqat terdiri dari dua jenis antaralain :

  1. Miqat Zamani (ﻣﻴﻘﺎﺕ ﺯﻣﺎﻧﻲ) – yaitu batas yang berhubungan dengan batas waktu, yaitu kapan atau pada tanggal dan bulan apa hitungan Haji itu ?. Miqat ini disebut dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Baqarah ayat 189 dan 197. Ayat pertama menjelaskan kedudukan bulan sabit sebagai tanda waktu bagi manusia dan Miqat bagi jama’ah haji. Ayat kedua menegaskan, bahwa yang dimaksud dengan Bulan – Bulan Haji atau waktu haji adalah beberapa bulan tertentu
    Para Ulama sepakat bahwa bulan yang dimaksud adalah bulan Syawal, Zulkaidah dan Zulhijah. Yaitu mulai dari tanggal 1 syawal s/d 10 Zulhijah. yang jumlah keseluruhannya adalah 69 hari. akan tetapi untuk bulan Zulhijah masih ada perbedaan pendapat apakah seluruh atau sebagian saja.

      • Bagi haji, ialah bermula pada bulan Syawal sampai terbit fajar tanggal 10 Zulhijah yaitu ketika ibadah haji dilaksanakan.
      • Bagi umrah, ialah bermula pada sepanjang tahun pada waktu umrah dapat dilakukan.

  2. Miqat Makani (ﻣﻴﻘﺎﺕ ﻣﻛﺎﻧﻲ) – yaitu  batas yang berdasarkan peta atau batas tanah geografis, tempat seseorang harus mulai menggunakan pakaian Ihram untuk melintas batas tanah suci dan berniat hendak melaksanakan Ibadah Haji atau Umrah. Miqat ini antara lain :1. Bier Ali (disebut juga Zulhulayfah), letaknya sekitar 12 km dari Madinah, merupakan miqat bagi orang yang datang dari arah Madinah.2. Al-Juhfah, suatu tempat yang terletak antara Mekah dan Madinah, sekitar 187 km dari Mekah, dan merupakan tempat bagi jama’ah yang datang dari Syam (Suriah), Mesir dan Maroko atau yang searah. Setelah hilangnya ciri – ciri Al-juhfah, tempat ini diganti dengan tempat lainnya yakni Rabigh, yang berjarak 204 km dari Mekah.3. Yalamlam, sebuah bukit di sebelah selatan 54 km dari Mekah, merupakan tempat bagi jama’ah yang datang dari arah Yaman dan Asia.4. Qarnul Manazil, sebuah bukit di sebelah Timur 94 km dari Mekah.5. Zatu Irqin, suatu tempat  yang terletak di sebelah utara Mekah, berjarak 94 km dari Mekah, merupakan miqat bagi jama’ah dari Iraq dan yang searah.Semua Miqat ditetapkan langsung oleh Nabi SAW sebagaimana disebutkan disebutkan dalam hadis-hadis Bukhari, Muslim dll.Semoga Informasi ini dapat bermanfaat untuk si penulis dan khususnya untuk para pembacanya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here