Serakah Beserta Dalilnya yang Harus di Ketahui dan di Hindari

0
4
serakah

Serakah menurut bahasa serakah sering disebut dengan tamak yang artinya tidak pernah merasa puas dengan hasil yang sudah di perolehnya. Sedangkan menurut istilah serakah/tamak yaitu cinta kepada dunia(hubbud dunya) berupa harta benda secara berlebihan tanpa memperdulikan hukum haram yang menyebabkan adanya dosa besar. Pelakunya tidak pernah merasa puas, segala cara pun dianggap halal.

Sifat tersebut  sangat dilarang oleh Allah Swt sebagaimana firmannya dalam Al-Qur’an  :

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, Sampai kamu masuk ke dalam kubur. (QS. At-Takatsur [102] : 1-2)

Orang yang memiliki sifat serakah/tamak pasti akan selalu merasa kurang dan tidak akan bersyukur atas apa yang sudah di perolehnya. Sebagaimana yang sudah di jelaskan Allah swt dalam Al-Qur’an yang artinya :

Dan Sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, Yaitu: Bersyukurlah kepada Allah. dan Barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri: dan Barang siapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. Lukman [31] : 12)

Orang yang memiliki sifat serakah/ tamak biasanya akan menghimpun kekayaan dunia dan sukar untuk membuat amal kebajikan.
Sebagaimana Rasulullah Sallallahu ‘alaih wa sallam bersabda:

“Kalaulah Allah kurniakan anak adam dua lembah daripada emas, niscaya dia hendak tiga lembah. Sesekali harta itu akan dapat memuaskan hawa nafsunya melainkan setelah dimasukkan ke dalam tanah(mati).”

Serakah/tamak merupakan salah satu akhlaq tercela dan juga salah satu penyakit hati yang sangat membahayakan, dan Allah juga sangat melarang hambanya untuk melakukan tindakan itu, kerena perbuatan serakah dapat menyebabkan seseorang lupa menyembah Tuhannya dan dapat berlaku kikir, memeras serta merampas hak-hak orang lain yang bukan hak miliknya. Maka, agama Islam memberikan tuntutan kepada manusia, agar tidak terlalu mengejar nafkah yang seharusnya bukan ia yang pantas memilikinya. Sebagaimana Rasulullah Sallallahu ‘alaih wa sallam bersabda:

“Hendaklah kamu berputus asa dari segala apa yang ada pada tangan orang lain, dan jauhilah tamak karena sesungguhnya tamak adalah suatu kefakiran yang nyata. ” (HR. Bukhari)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here