Shafa dan Marwah Menjadi Tempat Pelaksanaan Sa’i

0
222
Shafa Marwah

Shafa dan Marwah merupakan dua buah bukit yang terletak di Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi tempat melaksanakan ibadah sa’i dalam ritual ibadah haji dan umrah dekat dengan Ka’bah (Baitullah).

Shafa dan Marwah ini memiliki sejarah yang sangat penting dalam dunia Islam, khususnya dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Bukit Shafa dan Marwah yang berjarak sekitar 450 meter itu menjadi salah satu saksi bisu perjuangan anak manusia. Dan ritual berjalan antara Shafa ke Marwah yang di sebut sa’i itu menjadi rukun haji dan umrah. Sebagaimana firman Allah swt dalam Al-Qur’an “:

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka Sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
(QS al-Baqarah: 158).

Kegiatan Perjalanan antara bukit Shafa dan Marwah biasa dikenal dengan sa’i. Ritual ini merupakan pengamalan yang merujuk pada semasa Nabi Ibrahim.Kegiatan ini merupakan rangkaian ritual wajib dilakukan para jamaah haji maupun umrah usai melakukan thawaf di Kabah. Kegiatan sa’i dilakukan dengan cara berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali antara Shafa menuju Marwah. Aktivitas ini menjadi semacam napak tilas bagi para jamaah. Dimana Siti Hajar yang berusaha mencari air demi anaknya Ismail yang kehausan.

Ibadah Sa’i merupakan  berjalan kaki dan berlari-lari kecil di antara kedua bukit tersebut, sebanyak tujuh kali (bolak-balik) dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya. Dan, ketika melintasi Bathnul Waadi, yaitu kawasan yang terletak di antara Bukit Shafa dan Marwah (saat ini ditandai dengan lampu neon berwarna hijau), para jamaah pria disunahkan untuk berlari-lari kecil, sedangkan untuk jamaah wanita berjalan cepat. Ibadah Sa’i boleh dilakukan dalam keadaan tidak berwudhu dan oleh wanita yang datang haid atau nifas.

Jauh sebelum perintah ibadah haji dilaksanakan, Bukit Shafa dan Marwah telah menjadi saksi sejarah perjuangan seorang ibu dalam menyelamatkan anaknya dari kehausan puluhan abad silam.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk si penulis dan khususnya untuk para pembacanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here