Sholat Dhuha dan Keutamaan yang Harus di Ketahui

0
80
sholat dhuha

Sholat dhuha sangatlah banyak Meskipun bernilai hanya sunnah, sholat dhuha ini mengandung banyak fadhilah (keutamaan), namun tidak banyak dari kita yang memperhatikannya. Padahal sholat Dhuha ini termasuk salah satu shalat awwabin, sholatnya orang-orang yang kembali ke jalan Allah (bertaubat). Dalam hadits lain Rasulullah SAW menyebutkan bahwa pahala orang yang mengerjakan sholat Dhuha sama dengan orang yang mengerjakan ibadah umroh.
Diantaranya sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Darda’ ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Allah swt berfirman, “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat pada permulaan hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR. Tarmidzi)

Rasulullah SAW telah memberikan kemudahan kepada umatnya, bahwa semua shadaqah yang dilakukan oleh anggota badan tersebut boleh diganti dengan dua rakaat shalat Dhuha, karena shalat dhuha merupakan amalan seluruh anggota badan. Jika seseorang mengerjakan shalat, maka setiap anggota badan menjalankan fungsinya masing-masing. Demikian penjelasan yang disebutkan oleh Ibnu Daqiqil ‘Ied.

Jumlah raka’at sholat Dhuha minimal adalah 2 raka’at sedangkan maksimalnya adalah 8 raka’at. Dengan menjalankan 2 raka’at Dhuha, kita telah melaksanakan salah satu wasiat Rasulullah SAW. Abu Hurairah berkata :

Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku dengan tiga perkara: puasa selama tiga hari setiap bulannya, dua raka’at shalat Dhuha, dan mengerjakan shalat witir sebelum aku tidur.”

Waktu pelaksanaan shalat Dhuha adalah ketika matahari mulai naik sepenggalan, kira-kira seperempat jam setelah matahari terbit hingga waktu zawal (matahari tergelincir). Dan waktu yang paling afdhal adalah ketika matahari mulai panas.

Memang, tidak mudah untuk melaksanakan shalat Dhuha. Karena waktunya yang bertepatan dengan jam-jam dimulainya aktivitas keseharian, orang sibuk bekerja mencari rezki pada waktu tersebut. Namun, sesempit apapun waktu kita karena aktivitas sehari-hari, jika kita luangkan waktu sejenak untuk mengerjakan shalat dhuha, Insya Allah tidak akan mengurangi jatah rizki yang telah ditentukan untuk kita. Kalau memang meluangkan waktu pada waktu tersebut tidak memungkinkan pula, karena peraturan perusahaan yang begitu ketat dan mengikat, shalat Dhuha bisa kita lakukan sebelum masuk jam kerja.

At Thayyibi pun menerangkan bahwa dengan mengerjakan empat rakaat shalat dhuha di pagi hari, Allah akan mencukupi kebutuhan-kebutuhan kita dan menjauhkan kita dari semua yang tidak kita inginkan hingga sore hari. Fadhilah lainnya, orang yang mengerjakannya dimasukkan dalam golongan orang-orang yang kembali kepada Allah.

Semoga Informasi ini dapat bermanfaat bagi si penulis dan khususnya untuk para pembacanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here