Sholawat dan Keutamaan Membaca Sholawat Nabi

0
150
sholawat

Sholawat secara bahasa adalah bentuk jamak dari sholla yang artinya doa. Secara istilah, sholawat merupakan doa dan pujian untuk Nabi Muhammad saw dan salah satu amalan yang harus dilaksanakan oleh setiap umat Islam. Sebagai bentuk ibadah kepada Allah sekaligus sebagai bukti kecintaan kita kepada Rasulullah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Menurut Ibnu Katsir, sholawat dari Allah artinya adalah pemberian rahmat dan kemuliaan. Jika dari malaikat, artinya adalah memohonkan ampunan. Dan jika dari umatnya artinya adalah doa agar beliau dilimpahi rahmat dan kemuliaan.

Sedangkan menurut Imam Nawawi menjelaskan bahwa sholawat dari Allah berarti menambah kemuliaan. Ada pula ulama yang menjelaskan bahwa Allah bersholawat kepada Nabi Muhammad artinya Allah memujinya di hadapan malaikat-malaikat-Nya.

Keutamaan membaca sholawat nabi Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an pada saat memerintahkan hambaNya untuk bersholawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzaab: 56)

Tidak hanya itu dengan bersholawat juga Allah akan mengangkat derajat umatnya menjadi sepuluh derajat tingkatannya sebagaimana dalam hadits riwayat An Nasa’i :

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

”Barang siapa bersholawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh sholawat, menghapus darinya sepuluh dosa dan mengangkat derajatnya sepuluh derajat.” (HR. An Nasa’i)

Karna Orang yang banyak membaca sholawat akan dimudahkan di akhirat nanti untuk masuk surga. Sebaliknya, orang yang disebut nama Nabi Muhammad namun tidak bersholawat kepada beliau, orang itu akan disimpangkan dari jalan surga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan memberikan syafa’at kepada umatnya di akhirat nanti. Siapakah yang paling berhak dengan syafaa’at itu? Yang paling berhak adalah orang yang paling banyak bersholawat kepada beliau.
Sebagaimana dalam hadits riwayat tirmidzi :

أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً

“Orang yang paling berhak mendapatkan syafa’at ku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku” (HR.Tirmidzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here