Suudzan Serta Pengertian dan Dampak Negatifnya

0
6
Suudzan

Suudzan merupakan salah satu Sifat Buruk (Sifat Tercela) dengan mencari – cari kesalahan orang lain, dapat disimpulkan secara lebih sederhana bahwa Suudzan sama dengan Buruk Sangka, dan Sifat Buruk Sangka (Suudzon) ini jika terdapat didalam Hati Seorang Muslim, maka akan berdampak Buruk dan berdampak Negatif.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Al-Quran :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-car kesalahan orang lain” [Al-Hujurat : 12]

Macam-Macam Suudzan antaralain :

1. Suudzon Kepada Allah SWT ialah contohnya di Jaman Sekarang ini jika Seorang Muslim – Muslimah ditanya untuk Menikah agar dapat terhindar dari Dosa (Berbuat Zina), maka mereka pastinya menjawab dengan jawaban Nanti Dulu, Nunggu Mapan dan Takut Tidak Bisa Menafkahi.

2. Suudzon Kepada Orang Lain ialah Salah satu Buruk Sangka yang sangat berbahaya, dan akan menjerumuskan Setiap Muslim mendapatkan Dosa Besar ialah Buruk Sangka (Suudzon) Kepada Orang Lain.

3. Suudzon Kepada Diri Sendiri ialah Salah satu Contoh Suudzon Kepada Diri Sendiri ialah ketika kita melakukan sesuatu, tetapi kita sudah tidak percaya diri bahwa kita bisa melakukannya.

Sebagaimana salah satu Dalil Larangan Berburuk Sangka didalam Sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya :

” Jauhilah Sifat Berprasangka karena sifat berprasangka itu sedusta-dusta pembicaraan. Dan janganlah kalian mencari kesalahan, memata – matai, janganlah kalian berdengki – dengkian, janganlah kalian belakang – membelakangi dan janganlah kalian benci – membencian. Dan hendaklah kalian semua wahai hamba2 Allah bersaudara (HR. Bukhari) ”.

Suudzan atau Berburuk sangka ialah haram hukumnya, karena akan merusak keharmonisan rumahtangga, keluarga, maupun keharmonisan kehidupan masyarakat.
Allah SWTmenyerukan kepada orang-orang yang beriman agar menjauhi prasangka, karenaprasangka itu termasuk dosa dan kesombongan. Suudzan/prasangka buruk akan menghancurkan rasa percaya kepada diri sendiri. Artinya secara individu prasangka buruk dapat menyebabkan hilangnya ketenteraman bathin, dan bila tidak segera diatasi dapat menyebabkan tumbuhnya kepribadian yang buruk pada seseorang.

Disamping itu secara sosial prasangka buruk akan menyebabkan ketidak-nyamanan dalam pergaulan, merenggangkan hubungan persahabatan, hilangnya rasa saling percaya, dan tumbuhnya rasa saling curiga. Padahal hilangnya rasa saling percaya dan berganti dengan saling curiga dapat berakibat hancurnya rasa kebersamaan. Artinya prasangka buruk dapat menjadi sebab pudarnya ukhuwwah islamiyyah. Dan runtuhnya kekuatan umat Islam, bukan karena faktor dari luar, tetapi justru dari dalam umat islam sendiri. Kalau sudah demikian maka yang beruntung adalah musuh-musuh Islam.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk si penulis dan khususnya untuk para pembacanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here