Thawaf Wada Sebagai Penghormatan Terakhir

0
26
Thawaf Wada

Thawaf Wada merupakan amalan terakhir untuk orang yg telah melaksanakan ibadah haji sebelum ia meninggalkan Mekkah, setelah itu tidak ada lagi amalan. Tawaf wada ini sebagai penghormatan terakhir sebelum ia meninggalkan mekkah.

Wada’ [الوداع] secara bahasa artinya perpisahan. Thawaf wada’ berarti thawaf perpisahan yang dilakukan bagi orang yang hendak meninggalkan kota Mekah. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 17/58)

Perintah adanya thawaf wada’ berdasarkan keterangan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

أُمِرَ النَّاسُ أَنْ يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِمْ بِالْبَيْتِ ، إِلاَّ أَنَّهُ خُفِّفَ عَنِ الْحَائِضِ

“Manusia diperintahkan menjadikan akhir amalannya di Mekah adalah di Baitullah (dengan thowaf wada’). Hanya saja, ada keringanan bagi wanita haid.” (HR. Bukhari 1755 dan Muslim 1328)

Thawaf Wada ini wajib menjadi akhir amalan orang yang berhaji di Baitullah dan ia tidak boleh lagi tinggal lama setelah itu. Jika ia tinggal lama setelah itu, thowaf wada’nya wajib diulangi. Adapun jika diamnya sebentar seperti karena menunggu rombongan, membeli makanan atau ada kebutuhan lainnya, maka itu tidaklah masalah. Begitu pula jika ada yang belum menunaikan sa’i hajinya, maka ia boleh menjadikan sa’inya setelah thowaf wada’. Karena melakukan sa’i tidak memerlukan waktu yang lama.

Sedangkan bagi penduduk Mekkah tidak ada kewajiban untuk thawaf wada’. Begitu pula tidak ada kewajiban  bagi orang yang berumroh karena tidak ada dalil yang menjelaskannya sebagaimana pendapat jumhur ulama, yaitu Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah.

Sebagaimana Dari  Ibnu ‘Abbas, ia berkata :

أُمِرَ النَّاسُ أَنْ يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِمْ بِالْبَيْتِ ، إِلاَّ أَنَّهُ خُفِّفَ عَنِ الْحَائِضِ

Manusia diperintahkan menjadikan akhir amalan hajinya adalah di Baitullah (dengan thowaf wada’, pen) kecuali hal ini diberi keringanan bagi wanita haidh.” (HR. Bukhari no. 1755 dan Muslim no. 1328).

Sementara untuk umrah, thawaf wada’ tidak wajib, hanya dianjurkan. Pertimbangannya, karena umrah adalah haji kecil, sehingga tidak berlaku sebagaimana kewajiban pada haji. Sebagaiman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

العُمْرَةُ الحَجُّ الأَصْغَرُ

“Umrah adalah haji kecil.” (HR. ad-Daruquthni 2756)

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk si penulis dan khususnya untuk para pembacanya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here